Kamis, 20 Desember 2012

Buletin Gerbang Muhlisin Edisi 10, 07 Safar 1434 H / 21 Desember 2012

Dalil Tata Cara Wudhu dan Tayammum Sesuai Tuntunan Rosululloh (Bagian 1)

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” ( Qur’an Surat Al-Isroo’ [17], Ayat 36).

A. Latar Belakang

Sesuai dengan Keputusan Munas Tarjih XXV tentang Manhaj Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam tahun 2000 di Jakarta, warga Persyarikatan Muhammadiyah diharapkan menjadikan ittibaa sebagai sikap minimal yang harus dapat dilakukan dalam beribadah. Ittibaa adalah mengikuti pemikiran ulama dengan mengetahui dalil dan argumentasinya. Warga Persyarikatan Muhammadiyah tidak dibenarkan bersikap taqlid dalam beribadah. Taqlid adalah mengikuti pemikiran ulama tanpa mengetahui dalil dan argumentasinya.
Oleh karena itu edisi buletin Gerbang Muhlisin kali ini akan menguraikan dalil tentang wudhu dan tayammum, namun karena keterbatasan ruang buletin, maka uraian tentang dalil akan dibahas dalam beberapa kali edisi.

B. Dalil Tata Cara Wudhu Sesuai Tuntunan Rosululloh

1. Dalil membaca “Bismillahirrohmanirrohim“.

a) Hadits dari Nasa’i dengan sanad yang baik : “Wudhu-lah kamu dengan membaca “Bismillah”. Ibnu Hadjar menyatakan dalam kitab “Takhrij Ahadits al-Adzkar”, bahwa hadits ini hasan shahih, Imam Nawawi setelah membawakan hadits dari Anas seluruhnya, menyatakan bahwa hadits ini sanadnya baik. 

b) Hadits dari Abu Hurairah: “Segala perkara yang berguna, yang tidak di mulai dengan Bismillahirrohmanirrohim itu tidak sempurna.” (Diriwayatkan oleh Abdul-Kadir Arruhawi).

2. Dalil membasuh tapak tangan 3 (tiga) kali.

a) Hadits dari Humron: “Sungguh ‘Utsman telah minta air wudhu, maka dicucinya kedua tapak tangannya tiga kali, lalu berkumur dan mengisap air dan menyemburkan, kemudian membasuh mukanya tiga kali, lalu membasuh tangannya yang kanan sampai sikunya tiga kali dan yang kiri seperti demikian itu pula, kemudian mengusap kepalanya lalu membasuh kakinya yang kanan sampai kepada dua mata kaki tiga kali dan yang kiri seperti itu pula. Lalu berkata: ”Aku melihat Rosululloh wudhu seperti wudhu ini.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

b) Hadits dari Laqith bin Shaburah: "Sempurnakanlah wudhu, selai-selailah di antara jari-jari dan sempurnakanlah dalam menghirup air, kecuali kamu sedang berpuasa.” (Diriwayatkan oleh Imam Empat: Abu Dawud, Nasa’i, Tirmidzi dan Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).

3. Dalil menghirup air dan berkumur 3 (tiga) kali.

a) Hadits dari Abdullah bin Zaid: "Kemudian memasukkan tangannya, maka berkumur dan menghirup air dari tapak tangan sebelah, beliau mengerjakan demikian tiga kali." (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

b) Hadits dari Abu Hurairah: "Rosulullohmemerintahkan berkumur dan menghirup air". (Diriwayatkan oleh Daraquthni).

c) Hadits dari Laqith bin Shaburah (sebagimana nomor 2b): "…sempurnakanlah dalam menghirup air...”

4. Dalil membasuh muka 3 (tiga) kali.

a) Qur’an Surat Al-Ma’idah [5], Ayat 6: ”…basuhlah (cucilah) mukamu…”

b) Hadits dari Humron (sebagaimana nomor 2a): “…kemudian membasuh mukanya tiga kali…”

c) Hadits dari Abu Umamah: “Adalah Rosulullohmengusap dua sudut mata dalam berwudhu.” (Diriwayatkan oleh Abu Daud dengan isnad baik).

d) Hadits dari Abu Hurairah: "Kamu sekalian bersinar, muka, kaki dan tanganmu di hari kemudian sebab menyempurnakan wudhu, maka siapa yang mampu diantaramu supaya melebihkan sinarnya.” (Diriwiyatkan oleh Muslim)

e) Hadits dari 'Utsman bin 'Affan, bahwa Rosululloh mensela-selai janggutnya dalam wudhu. (Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, Daraquthni dan Hakim).

5. Dalil membasuh tangan 3 (tiga) kali.

a) Qur’an Surat Al-Ma’idah [5], Ayat 6: ”…tanganmu sampai ke siku…”

b) Hadits dari Humron (sebagaimana nomor 2a): “…lalu membasuh tangannya yang kanan sampai sikunya tiga kali dan yang kiri seperti demikian itu pula…”

c) Hadits dari Abdullah bin Zaid bin 'Ashim: “Rosululloh wudhu, maka beliau mengerjakan demikian, yakni menggosok.” (Diriwayatkan oleh Ahmad).

d) Hadits dari Abdullah bin Zaid bin 'Ashim: “Rosululloh diberi air dua per tiga mud (±1,5 liter) lalu menggosok dua lengannya.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).

e) Hadits dari Laqith bin Shaburah (sebagimana nomor 2b): "…selai-selailah di antara jari-jari...”

f) Hadits dari 'Aisyah: “Rosululloh suka mendahulukan kanannya, dalam memakai sandalnya, bersisirnya, bersucinya dan dalam segala hal.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

[uraian dalil tentang wudhu dan tayammum akan dilanjutkan pada edisi Gerbang Muhlisin ke-11]

Sumber:

Http://tarjih.muhammadiyah.or.id/download-manhaj.html

Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Himpunan Putusan Majelis Tarjih Muhammadiyah, Suara Muhammadiyah, Yogyakarta, Halaman 52-56.

Pasha, Musthafa Kamal, Chalil, M.S., Wahardjani. 2003. Fikih Islam Sesuai Dengan Putusan Majelis Tarjih, Citra Karsa Mandiri, Yogyakarta, Halaman 7-35.

Download file pdf Buletin Gerbang Muhlisin Edisi 10, 07 Safar 1434 H / 21 Desember 2012 http://www.scribd.com/doc/117543625/Buletin-Gerbang-Muhlisin-Edisi-10-07-Safar-1434-H-21-Desember-2012



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar