Kamis, 07 Februari 2013

Buletin Gerbang Muhlisin Edisi 17, 27 Robiul Awal 1434 H / 8 Februari 2013



Tata Cara Sholat Sesuai Tuntunan Rosululloh (Bagian 2)

“Katakanlah (Muhammad): “Jika kamu cinta kepada Alloh, maka ikutilah aku, pasti Alloh mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Alloh itu yang Maha Pengampun dan Yang Maha Pengasih." (Qur’an Surat Ali Imroon [3]: Ayat 31).

A. Latar Belakang

Buletin Gerbang Muhlisin edisi kali ini meruapakan kelanjutan edisi sebelumnya yang akan mengulas tentang tata cara sholat sesuai tuntunan Rosululloh. 

B. Tata Cara Sholat Sesuai Tuntunan Rosululloh

3. Membaca do’a iftitah

"Allo-humma ba-'id baini-wa baina khotho-yaya kama-ba-'adta bainal masyriqi wal maghrib. Allo-humma naqqini-minal khotho-ya- kama-yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas. Allo -hummaghsilni min khotho -yaya bi tsalji wal ma’i wal barod." 

Artinya = “Ya Alloh, jauhkanlah di antara diriku dengan kesalahanku sebagaimana jauhnya antara timur dan barat. Ya Alloh, bersihkanlah daku dari kesalahanku sebagaimana dibersihkannya kain yang putih dari noda. Ya Alloh, basuhlah segala kesalahanku dengan salju, air dan embun.”

atau boleh juga membaca doa iftitah berikut ini:

“Wajjahtu wajhiya lilladzifathoros sama-wa-ti wal ardla hani-fan musliman wa ma- ana minal musyriki-n. Inna shola-ti wa nusuki- wa mahya-ya wa mama-ti lillahi-hi robbil 'a-lami-n. Lasyari-kalahu- wa bidza-lika umirtu wa ana minal muslimi-n. Allo-humma antal maliku la-ila-ha illa-anta, anta robbi- wa ana 'abduka, dlalamtu nafsi- wa'taroftu bidzambi- fagh firli- dzunu-bi- jami-'an. Layagh firudz dzunu-ba illa- anta, wah dini-liahsanil akhla-qi la-yahdil liahsanihailla-anta. Washrif 'anni- sayyiaha- la-yashrifu 'anni- sayyiaha- illa- anta. Labbaika wa sa'daika wal khoiru kulluhu- fi-yadaika, wasysyarru laisa ilaika. Ana bika wa ilaika. Taba-rokta wa ta'a-laita astaghfiruka wa atu-bu ilaika.”

Artinya = “Aku hadapkan wajahku ke hadirat tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan tunduk dan menyerahkan diri. Dan aku bukannya dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku serta matiku adalah semata-mata untuk Alloh Penguasa semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, dan dengan demikianlah aku diperintah, dan adalah aku dari golongannya orang-orang yang berserah diri. Ya Alloh, Engkau adalah Tuhanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku telah berbuat aniyaya terhadap diriku dan aku mengakui akan semua kesalahanku, oleh karena itu ampunilah seluruh dosaku. Dan tiadalah yang dapat mengampuni segala dosa kecuali Engkau semata. Dan tunjukilah aku kepada akhlak yang terbaik, tiada yang dapat menuntun kepada akhlak yang terbaik itu kecuali Engkau, (sebaliknya) jauhkanlah aku dari akhlak yang jelek. Tak ada seorangpun yang dapat menjauhkan aku dari akhlak yang jelek kecuali Engkau semata. Aku penuhi panggilan-Mu Ya Alloh dan aku patuhi perintah-Mu. Dan kebaikan itu seluruhnya ada di tangan-Mu, sedang kejahatan itu tak dapat dipergunakan untuk menghampirkan diriku kepada-Mu. Aku hanya dapat hidup dengan-Mu dan akan kembali kepada-Mu. Maha Barokah engkau dan lagi Maha Tinggi. Aku mohon kemampuan dan bertaubat kepada-Mu.”

Sesuai dengan hadits-hadits berikut ini:

1) Hadits dari Abu Hurairoh: “Bila Rosululloh mengucapkan takbir di waktu sholat, beliau berhenti sebentar sebelum membaca fatihah. Maka aku pun bertanya: “Ya Rosululloh, demi ibu bapakku yang menjadi tebusan anda, apakah yang and abaca sewaktu berdiam diridi antara takbir dan bacaan fatihah ?”.Beliau menjawab: “Yang aku baca ialah: Allo-humma ba-'id baini-wa baina khotho-yaya kama-ba-'adta bainal masyriqi wal maghrib. Allo-humma naqqini-minal khotho-ya- kama-yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas. Allo -hummaghsilni min khotho -yaya bi tsalji wal ma’i wal barod.” (Hadits riwayat Bukhori dan Muslim).

2) Hadits dari Ali bin Abi Tholib: “Bilamana Rosululloh berdiri hendak melakukan sholat, diucapkannya takbir, kemudian dilafadzkannya (do’a): “Wajjahtu wajhiya lilladzifathoros sama-wa-ti wal ardla hani-fan musliman wa ma- ana minal musyriki-n. Inna shola-ti wa nusuki- wa mahya-ya wa mama-ti lillahi-hi robbil 'a-lami-n. Lasyari-kalahu- wa bidza-lika umirtu wa ana minal muslimi-n. Allo-humma antal maliku la-ila-ha illa-anta, anta robbi- wa ana 'abduka, dlalamtu nafsi- wa'taroftu bidzambi- fagh firli- dzunu-bi- jami-'an. Layagh firudz dzunu-ba illa- anta, wah dini-liahsanil akhla-qi la-yahdil liahsanihailla-anta. Washrif 'anni- sayyiaha- la-yashrifu 'anni- sayyiaha- illa- anta. Labbaika wa sa'daika wal khoiru kulluhu- fi-yadaika, wasysyarru laisa ilaika. Ana bika wa ilaika. Taba-rokta wa ta'a-laita astaghfiruka wa atu-bu ilaika.” (Hadits riwayat Muslim).

4. Membaca Fatihah

Sebelum membaca Qur’an Surat Al-Fatihah, terlebih dahulu membaca ta’awudz. Bacaan ta’awudz dibaca pada setiap roka’at sholat dan dibaca dengan cara sirri (pelan atau lirih), baik untuk sholat jahar (sholat yang bacaannya dikeraskan) maupun sholat sirri (sholat yang bacaannya dilirihkan).

Bacaan ta’awudz adalah: 

“A'u-dzu billa-himinasy syaitha-nir roji-m.”

Artinya: “Aku berlindung kepada Alloh dari syetan yang terkutuk.”

Dalilnya adalah:

“Jikalau engkau membaca Qur’an, maka berlindunglah kepada Alloh dari syetan yang terkutuk.” (Qur’an Surat An-Nahl [16]: Ayat 98).

Wallohu a’lam. [Bersambung]

Sumber:

Http://tarjih.muhammadiyah.or.id/download-manhaj.html

Pasha, Musthafa Kamal, Chalil, M.S., Wahardjani. 2003. Fikih Islam Sesuai Dengan Putusan Majelis Tarjih, Citra Karsa Mandiri, Yogyakarta, Halaman 43-46

Download file pdf Buletin Gerbang Muhlisin Edisi 17, 27 Robiul Awal 1434 H / 8 Februari 2013 http://www.scribd.com/doc/124311960/Buletin-Gerbang-Muhlisin-Edisi-17-27-Robiul-Awal-1434-H-8-Februari-2013




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar