Jumat, 15 Februari 2013

Buletin Gerbang Muhlisin Edisi 18, 04 Robiul Akhir 1434 H / 15 Februari 2013



Tata Cara Sholat Sesuai Tuntunan Rosululloh (Bagian 3)

Hadits dari Malik bin Huwairits bahwa Rosululloh bersabda: "Sholatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku melakukan sholat.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhori)

A. Latar Belakang

Buletin Gerbang Muhlisin edisi kali ini merupakan kelanjutan edisi sebelumnya yang akan mengulas tentang tata cara sholat sesuai tuntunan Rosululloh.

B. Tata Cara Sholat Sesuai Tuntunan Rosululloh

4. Membaca Faatihah

Setelah membaca ta’awudz, dilanjutkan dengan membaca basmalah.

Bacaan basmalah adalah:

“Bismillahirrohmaninirrohim”
Artinya: “Dengan nama Alloh Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.”

Baru kemudian membaca Qur’an Surat Al-Faatihah [1]: 1-7, yaitu:

“Bismillahirrohmaninirrohim.”
Artinya: “Dengan nama Alloh Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.”

“ Alkhamdullilahirrobil’alamiyn”.
Artinya: “Segala puji bagi Alloh, Tuhan seluruh alam.”

“Arrohmaanirrohym.”
Artinya: “Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.”

“Maalikiyawmiddyn.”
Artinya: “Pemilik hari pembalasan.”

“Iyyakan’abuduwaiyyakanasta’iyn.”
Artinya: “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”

“Ihdinasshirootholmustaqiym.”
Artinya: “Tunjukilah kami jalan yang lurus.”

“Shirootholladziynaan’amta’alayhim ghoyrilmaghdhuwbi’alayhimwalaaddhoollyn.”
Artinya: “(yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

Catatan: Terdapat perbedaan pendapat mengenai status bacaan basmalah. Ada yang berpendapat bahwa basmalah tidak termasuk ayat dalam surat Al-Faatihah dan ada pula yang berpendapat bahwa basmalah termasuk ayat dalam surat Al-Faatihah. Namun perbedaan pendapat tersebut bukanlah masalah karena bagaimanapun basmalah tetap harus dibaca dalam sholat. Dalilnya adalah:

Hadits dari Na’im al-Mujammir: "Saya sholat di belakang Abu Huroiroh maka ia membaca "Bismillahirrohmaninirrohim" lalu membaca induk al-Qur'an (surat al-Faatihah) sehingga tatkala sampai pada "walaaddhoollyn" beliau membaca "amin" dan orang-orangpun sama membaca "amin". Begitu juga tiap-tiap hendak sujud, mengucapkan: "Allohu Akbar" dan bila berdiri dari duduk dalam roka'at kedua beliau mengucapkan: "Allohu Akbar". Setelah bersalam beliau berkata: "Demi Yang menguasai diriku, sungguh sholatku yang menyerupai dengan sholatnya Rosululloh" (Diriwayatkan oleh an-Nasa'I, Ibnu Khuzaimah, Siroj, Ibnu Hibban dan lainnya; tersebut dalam kitab al-Fath Juz II halaman 181, dengan penjelasan bahwa inilah hadits yang paling sah tentang hal yang disebut).

5. Membaca Amin

Dalilnya adalah:
Hadits dari Abu Huroiroh bahwa Rosululloh bersabda: "Apabila imam membaca “amin" maka kamu hendaklah pula membaca "amin" karena sungguh barang siapa yang bacaan "amin"-nya bersamaan "amin" Malaikat, tentulah diampuni dosanya yang telah lalu". Dan hadits dari Abu Huroiroh juga, bahwa Rosululloh bersabda: "Apabila salah seorang diantaramu membaca "amin" sedang Malaikat di langitpun membaca "amin" pula, dan bersamaan keduanya, maka diampunilah ia dari dosanya yang sudah-sudah." (Diriwayatkan oleh al-Bukhori dan Muslim dan dalam hadits riwayat Muslim ada tambahannya: "Apabila salah seorang diantaramu membaca dalam shalatnya)."

Bacaan amin hendaklah diucapkan dengan baik dan dengan suara yang tidak keras, serta bersamaan dengan ucapan amin imam manakala sholat berjamaah. Dilanjutkan dengan membaca salah satu ayat atau surat al-Qur’an secara perlahan-lahan (tartil) sambil menghayati maknanya. Bacaan ayat atau surat al-Qur’an ini hanya untuk rokaat pertama dan rokaat kedua saja, sedang untuk rokaat berikutnya manakala sholat lebih dari dua rokaat, cukup dengan membaca al-Faatihah.

Dalilnya adalah:
Hadis Abu Qotadah bahwa Rosululloh dalam shalat Dhuhur pada rokaat kedua permulaan (rokaat ke-1 dan ke-2) membaca induk Kitab (Faatihah) dan dua surat, serta pada dua rakaat lainnya (rokaat ke-3 dan ke-4) membaca Faatihah saja, dan beliau memperdengarkan kepada kami akan bacaan ayat itu, dan pada rokaat ke-1 diperpanjang tidak seperti dalam rakaat ke-2; demikian juga dalam shalat Ashar dan Shubuh. (Diriwayatkan oleh al-Bukhori dan Muslim)

Wallohu a’lam. [Bersambung]

Sumber:

Http://tarjih.muhammadiyah.or.id/download-manhaj.html

Pasha, Musthafa Kamal, Chalil, M.S., Wahardjani. 2003. Fikih Islam Sesuai Dengan Putusan Majelis Tarjih, Citra Karsa Mandiri, Yogyakarta, Halaman 46-48

Download file pdf Buletin Gerbang Muhlisin Edisi 18, 04 Robiul Akhir 1434 H / 15 Februari 2013 http://id.scribd.com/doc/125632815/Tata-Cara-Sholat-Sesuai-Tuntunan-Rosululloh-Bagian-3

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar