Kamis, 13 Desember 2012

Buletin Gerbang Muhlisin Edisi 9, 30 Muharrom 1434 H / 14 Desember 2012

Tata Cara Wudhu dan Tayammum Sesuai Tuntunan Rosululloh

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan sholat, basuhlah (cucilah) mukamu, tanganmu sampai ke siku, usaplah kepalamu dan cucilah kakimu sampai kedua mata kaki. Dan jika kamu berjunub maka bersuci (mandi) lah. Dan jika kamu sakit atau bepergian atau salah seorang di antara kamu buang air (buang hajat) atau kamu sentuh wanita (bersetubuh), dan tidak kamu dapati air maka bertayammumlah kamu dengan debu yang bersih maka usaplah mukamu dan tanganmu dengan debu itu. Alloh tidak menginginkan kesempitan kepadamu, tetapi hendak mensucikan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu, supaya kamu bersyukur”. ( Qur’an Surat Ma’idah [5], Ayat 6).

A. Latar Belakang

Wudhu dalam ajaran Islam mempunyai nilai tersendiri. Wudhu di samping ikut serta menentukan sah atau tidaknya sholat atau thowaf seseorang, juga akan menjadi penghapus dosa dan meninggikan derajat. Bahkan wudhu akan menjadi tanda pengenal sebagai umat Nabi Muhammad SAW kelak di hari kiamat. Oleh karena itu mengetahui dan mengamalkan tata cara wudhu yang benar sesuai tuntunan Rosululloh sangatlah penting.

B. Tata Cara Wudhu Sesuai Tuntunan Rosululloh

1. Membaca: “Bismillahirrohmanirrohim” (Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang). Dengan niat ikhlas semata-mata hanya karena ingin beribadah kepada Alloh. Tidak perlu melafalkan kalimat atau ucapan niat tertentu. Rosululloh tidak pernah mengajarkan suatu kalimat atau ucapan yang harus dilakukan sebagai ungkapan niat dalam sholat (termasuk wudhu).

2. Membasuh tapak tangan sebelah dalam dan luar sambil membersihkan juga sela-sela jari, dimulai dari tangan kanan sebanyak 3 kali, kemudian selanjutnya tangan kiri sebanyak 3 kali. Lakukan dengan sebersih mungkin hingga najis yang melekat di tapak tangan tersucikan. 

3. Mengambil air dengan tangan kanan lalu memasukannya ke dalam mulut sambil menghirup air tersebut ke dalam hidung, berkumur sesempurna mungkin, lalu menyemburkannya kembali. Lakukan sebanyak 3 kali. Jika sedang puasa maka cukup berkumur saja, tidak perlu menghirup air ke dalam hidung.

4. Membasuh muka secara merata (dari mulai ujung tumbuhnya rambut yang terdepan sampai ke dagu, dari anak telinga yang kanan hingga anak telinga yang kiri, semua bagian wajah harus terbasuh secara merata) sambil membersihkan kedua ujung kelopak mata kanan dan kedua ujung kelopak mata kiri. Jika memiliki jenggot yang lebat, maka sela-selailah jenggot. Lakukan sebanyak 3 kali. 

5. Membasuh tangan dari mulai ujung jari hingga ke siku dengan cara digosok-gosok dan membersihkan sela-sela jari. Dimulai dari tangan kanan terlebih dahulu sebanyak 3 kali, kemudian baru tangan kiri sebanyak 3 kali.

6. Mengusap rambut dengan air ke seluruh kepala secara merata, di mulai dari pangkal rambut di kening sampai tengkuk, lalu dikembalikan lagi ke depan sampai pangkal rambut di kening, kemudian diteruskan dengan membersihkan kedua daun telinga secara bersamaan dengan cara posisi jari tangan kanan dan kiri seperti hendak mencubit daun telinga sebelah kanan dan kiri, jari telunjuk digunakan untuk membersihkan daun telinga bagian dalam, sedangkan jempol digunakan untuk membersihkan daun telinga bagian luar. Seluruh tata cara ini (dari mulai mengusap rambut hingga membersihkan daun telinga) dilakukan hanya sebanyak 1 kali.

7. Membasuh kedua kaki dari mulai ujung jari kaki hingga mata kaki sambil membersihkan sela-sela jari kaki. Dimulai dari kaki kanan terlebih dahulu sebanyak 3 kali, kemudian selanjutnya kaki kiri sebanyak 3 kali. Lakukan sesempurna mungkin, bagian punggung kaki, telapak kaki serta tumit haruslah terbasuh secara merata. Jika kaki penuh noda kotoran (lumpur, najis, daki), gosok-gosoklah hingga noda kotoran tersebut tersucikan.

8. Mengucapkan: “Asyhadu allaila-ha-ilalloh wahdahu-la-syari-kalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhuwa rosu-luh” (Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh Yang Maha Esa , tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rosul-Nya).

9. Selesai

C. Tata Cara Tayammum Sesuai Tuntunan Rosululloh

Tayammum dapat dilakukan oleh seseorang apabila dalam keadaan air sangat langka maupun dalam keadaan sakit yang begitu parah sehingga tidak memungkinkan untuk menggunakan air ketika hendak berwudhu. Tata cara tayammum sesuai tuntunan Rosululloh adalah sebagai berikut:

1. Membaca: “Bismillahirrohmanirrohim” (Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang). Dengan niat ikhlas semata-mata hanya karena ingin beribadah kepada Alloh.

2. Menepukan atau melekatkan kedua tapak tangan pada tempat yang berdebu suci, kemudian meniupnya agar debu-debu yang kasar tidak terikutkan. 

3. Mengusapkan kedua tapak tangan pada wajah secara merata, kemudian dilanjutkan dengan mengusap kedua punggung tapak tangan sampai pergelangan. Di mulai dari tangan kanan, kemudian baru tangan kiri. Lakukan hanya sebanyak 1 kali.

4. Selesai.

Sumber:

Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Himpunan Putusan Majelis Tarjih Muhammadiyah, Cetakan ke-3, Halaman 45-49.

Pasha, Musthafa Kamal, Chalil, M.S., Wahardjani. 2003. Fikih Islam Sesuai Dengan Putusan Majelis Tarjih, Citra Karsa Mandiri, Yogyakarta, Halaman 7-35.

Download file pdf Buletin Gerbang Muhlisin Edisi 9, 30 Muharrom 1434 H / 14 Desember 2012 http://www.scribd.com/doc/116663699/Buletin-Gerbang-Muhlisin-Edisi-9-30-Muharrom-1434-H-14-Desember-2012



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar